5 THINGS WE LEARNED FROM THE GAME..

Manchester City vs Manchester United, FA Cup 3rd round, 8 Januari 2012
1. Rooney ingin menunjukkan kalau dia cinta Manchester United

Dalam seminggu terakhir, cukup banyak berita miring tentang Rooney di berbagai media, setelah dia dihukum denda 1 minggu gaji dan tidak dimainkan saat United kalah 2-3 melawan Blackburn karena pulang terlalu larut saat makan malam bersama dg Evans, Gibson dan pasangan masing-masing. Media memberitakan bahwa hubungan Rooney dengan Sir Alex Ferguson retak, Fergie akan menjualnya, atau Rooney ingin keluar dari United. Begitu kencangnya berita-berita tersebut sampai-sampai United bersama
dengan Rooney mengeluarkan pernyataan bersama bahwa berita tersebut tidak benar.

Well, dalam pertandingan tadi malam, Rooney seolah-olah ingin menunjukkan kepada dunia bahwa dia sangat berkomitmen terhadap United, dengan mencium badge United di jerseynya yang… well, sejujurnya, sedikit berlebihan. Ditambah lagi dengan pernyataan dia setelah pertandingan,”Everything of late is a load of nonsense. There is no problem for me at this club. I want to be at this club for a long time.”

Satu hal yang pasti, kalau masih ada fans Manchester City yg percaya
bahwa Rooney “ngebet” pengen bergabung dengan City … stop dreaming :) .

2. Scholes Comeback

Fergie mengakui kelemahan lini tengah united. Saya adalah salah satu fans berat Paul Scholes dan semua kata-kata pujian yang ada di Kamus Besar Bahasa Indonesia tidak akan cukup untuk mendeskripsikan kekaguman saya terhadap dia, so.. saya sangat senang
melihat Scholes bermain lagi untuk klub ini.
Tapi terlepas dari performa dia tadi malam -not bad buat orang yg sudah pensiun lebih dari 200 hari- ada yang mengganggu saya. Dengan memainkan kembali Scholes, Fergie mengakui bahwa ada yang kurang dengan lini tengah United… kualitas. Ok, saya tahu banyak pemain kita yang cedera dan Scholes juga masih memiliki cukup kemampuan untuk memberikan kontribusi positif. Namun kalau sang juara bertahan liga Inggris dan salah satu tim terbesar di dunia sangat kehilangan pemain muda yg bahkan belum sampai satu musim penuh bermain di tim ini (Cleverley) sehingga harus memainkan pemain yang sebenarnya sudah memutuskan untuk pensiun, then something is not right.

Sisi positifnya, paling tidak sekarang kita jadi tahu bahwa Fergie sendiri juga mengakui minimnya kualitas di lini tengah, jadi mungkin memang sudah saatnya keluarga Glazer memberikan dana untuk belanja pemain.

3. Jones is young & still learning

Phil Jones tidak perlu waktu lama untuk membuat fans United terkesan dengan penampilannya, namun dalam beberapa pertandingan terakhir kelihatan performanya menurun, termasuk yg paling diingat fans adalah gol bunuh dirinya saat united kalah 0-3 dari Newcastle United. Dari sisi ini, cukup bisa dipahami kalau di timeline saya di Twitter
mulai ada beberapa fans yg mengkritiknya. Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa Jones masih sangat muda, dan kalau kita jujur, tidak ada yg menyangka bahwa dia akan bermain sebanyak ini dan akan diberikan beban sebesar ini. Sama seperti pemain-pemain muda lainnya, dia akan membuat satu dua kesalahan di sana sini, dan dia akan belajar dari kesalahan-kesalahan tersebut untuk menjadi lebih baik.

4. Dilema kiper belum selesai

De Gea mengalami hari yang buruk saat melawan Blackburn Rovers dan sejak itu, Lindegaard diberikan kesempatan untuk bermain. Tapi melihat pertandingan kemarin, faktanya dia juga tidak jauh lebih baik dari De Gea dalam menghadapi bola-bola crossing. Lindegaard juga membuat kesalahan di gol kedua City, mestinya dia bisa menangkap tendangan pertama Aguero.

Tulisan ini sama sekali bukan untuk mengatakan bahwa Lindegaard jelek (disclaimer: saya bukan #timdeGea maupun #timLindegaard, saya #timUnited), namun hanya ajakan kepada fans United untuk lebih bersabar dan tidak memberikan tekanan berlebih kepada kedua kiper baru tersebut.

Masih ingatkan anda, betapa susahnya mencari pengganti yang sepadan selepas kepergian Peter Schmeichel? Mulai dari Taibi, Bosnich, Goram, Carrol, Barthez, Ricardo, Howard, sampai akhirnya kita menemukan Van Der Sar? Apakah semua kiper tersebut jelek atau sebagian besar tidak bisa menghadapi tekanan besar karena selalu dibandingkan dengan the Great Dane? Let’s not repeat our past mistakes, shall we..

5. United really really need a leader.

kalau anda fans United, apa yang anda rasakan saat Aguero mencetak gol kedua City tadi malam? tegang? panik? santai? Saya yakin, sebagian dari anda merasa 2 hal yang saya sebut pertama. Saya juga merasakan hal tersebut, dan tidak ada yang salah dengan hal itu.
Saya masih ingat, sekitar 10 tahun yang lalu, 10 – 15 menit terakhir pertandingan adalah waktu yang paling mengasyikkan saat menonton pertandingan United… melawan siapapun. Terlepas dari berapapun skornya, United hampir selalu mengurung lawan dengan serangan bertubi-tubi, terlebih jika United masih ketinggalan. Rasa ngantuk
(jika ada) akan hilang seiring dengan makin sedikitnya waktu sisa pertandingan, dan saya ingat berteriak “Yess!” dalam hati, jika waktu tambahan yang diberikan oleh wasit lebih dari 3 menit.

Itu dulu…
Tadi malam, rasa yang sama sekali berbeda saya rasakan. Saya tidak sabar menunggu pertandingan segera berakhir karena kuatir City akan bisa mencetak gol untuk menyamakan kedudukan. Dan hal ini juga terlihat di lapangan. Pemain-pemain United sepertinya shock dengan gol kedua City dan akhirnya berusaha untuk menghabiskan waktu dengan keeping possession. Hampir tidak ada pemain yang berusaha membangkitkan semangat seperti yang dilakukan Keane atau Ince dulu. Dan itulah sebabnya, salah satu highlight yang paling saya suka dari pertandingan tadi malam adalah saat Rio ferdinand memarahi Evra karena salah posisi, sudah saatnya ada yang melakukan hal tersebut.

 

About admin

Telah menuliskan 28 artikel di blog ini.

Related posts:

Share
You can leave a response, or trackback from your own site.

13 Responses to “5 THINGS WE LEARNED FROM THE GAME..”

  1. Vincent says:

    Saya ingin menyoroti sisi lapangan tengah. sebelumnya saya ingin tanya apakah SAF benar tak ingin terjun di Bursa Januari karna memang dia tidak ingin, atau Glazer family tidak menyediakan dan untuk Bursa Januari ini? Tapi saya mantau berita, SAF lah yang menolak Dana dari Glazer Family karna menurutnya dia MUFC tak butuh muka baru di Januari ini? Apakah Mr Scholes solusi dari SAF untuk lini tengah MUFC? Jujur saya sebagai ‘MUFC Devotee’ kecewa dengan situasi ini, karna bagi saya Scholes tetap lah Scholes Legenda MUFC berumur 37th yang sudah memutuskan pensiun. Apakah SAF tidak belajar dari situasi MUFC musim ini dan musim kemarin, bahwa MUFC butuh muka baru di OT sebagai suksesor Scholes yang akan meramaikan persaingan di Lini Tengah bersama Cleverly (yang berkutit dengan cedera), Anderson (yang masih labil), Pogba (yang masih terlalu muda). Mungkin komentar saya salah, tapi saya lelah melihat performa MUFC yang menurut saya masih labil dan saya rindu karakter MUFC sebenarnya. #GGManUTD

    • Sloid says:

      @Vincent:
      Gak ada yg salah dengan pendapat anda kok, saya sangat setuju malahan, bahwa lini tengah United perlu suntikan pemain berkualitas.

      Mengenai fergie yang menolak beli pemain atau Glazers yg tidak memberi dana, memang benar, selama ini berita yg beredar adalah Fergie yg menolak membeli pemain baru. Apakah kenyataannya benar seperti itu? Kita hanya bisa menebak-nebak.

      Satu hal yang pasti, tidak mungkin kan Fergie mengatakan kepada wartawan bahwa “Glazers tidak memberi dia dana untuk belanja pemain”… sekalipun seandainya itu adalah kenyataan yg terjadi.
      Kalau sampai dilakukan, wah, bisa perang terbuka antara Glazers vs Fergie, dan siapapun pemenangnya, MUFC sebagai klub tidak akan diuntungkan.
      Contoh nyatanya adalah antara Rafa Benitez vs Gillet/Hicks di Liverpool.

  2. Truly Rebels says:

    Need a leader … pasti !

    Semenjak ditinggal Vidic, ban kapten yang disandang Evra sepertinya malah jadi beban buat dirinya. Permainannya sekarang terasa berbeda dibanding sebelumnya, ditambah adanya masalah rasisme dengan Suarez, semakin menambah beban tersebut. Apalagi di match semalam, Evra didamprat oleh mantan kapten Rio, terasa aneh jadinya … kapten kok kalah wibawa sama anak buahnya ? :)

  3. warrior11 says:

    Setuju banget dengan pendapat agan Sloit.. Makax tadi malam diakun twitter @manutdfuture saya tambain (sebenarnya krn kesal) bring back Beckham sama Keane aja, biar Beckham-Scholes-Keane-Giggs bisa main lagi buat opa Fergie!
    Mungkin diantara fans United diseluruh dunia, saya salah satu fans yg mendukung Fergie utk cari new face dilini tengah United. Walaupun Ando dijual, kesal dengan performanya yang labil. Kalo pun gak beli pemain, kenapa enggak kasi kesempatan buat Pogba ato Morrison dilini tengah biar agak berisiko. Pahlawan gak muncul disaat tenang, tapi disaat keadaan susah..

    • Sloid says:

      Saya membayangkan kalau saya jadi Anderson tadi malam, saya akan cukup down, karena pemain yg sudah pensiun sekian lama ternyata lebih dipilih oleh Fergie. (Scholes masuk terlebih dahulu sebelum Ando).

      Dan saya suka sekali kalimat ini:
      “Pahlawan gak muncul disaat tenang, tapi disaat keadaan susah..”

  4. firedkun says:

    Satu2nya alasan buat Fergie ga beli sih sepertinya karna takut pemain itu ga kepake sewaktu pemain2 laen sudah sembuh dr cedera. Mungkin solusi seperti Henrik Larson lah yg di cari oleh opa Fergie dengan kembalinya Scholes

    • Sloid says:

      Masuk akal sih, kalau yg dibeli adalah pemain-pemain medioker. Tapi ceritanya akan lain kalau yg dibeli (misalnya) De Rossi (AS Roma) kan?

      Saya yakin kok, banyak fans yg juga nggak terlalu setuju kalau United beli pemain tengah tapi kualitasnya nggak lebih baik dari yg dimiliki sekarang.

  5. Hakenkreuzreich says:

    1. Rooney ingin menunjukkan kalau dia cinta Manchester United
    - Entah sampai kapan rumor soal Rooney hengkang akan terus bergulir, nasib seorang bintang yang selalu jadi bahan rumor habis2an. Penampilan yang super dari Rooney, dan saya sangat berharap besar Rooney bisa menjadi “pemain sakti” seperti Ronaldo, Beckham, Keane dan Cantona yang mempu mengubah jalannya pertandingan. dan itu sangat terlihat jelas pada 3/4 jalannya musim 2009, hingga akhirnya harus terhenti krn cedera di Allianz Arena. Hingga kini penampilan Rooney masih in-out, MUFC butuh lebih dari hanya sekedar kissing badge. Jadilah pemain yang “super” Wayne, meski tidak harus sesuper kata2 manis Mario Teguh. :D

    2. Scholes Comeback
    NO Value in the market, NO 1st class player available = bring back the old soldier.
    Saya selalu merasa bahwa semua kata2 SAF soal kebutuhan transfer pemain tengah telah terbatasi oleh ketidaktersediaan dana dari Glazers. Hingga pilihan harus jatuh kepada comeback-nya Scholes, bukan hal buruk memang jika ditelaah lebih lanjut. Tidak membutuhkan dana banyak, skill masih ada, dan yg paling penting adalah tidak perlu beradaptasi dg pemain lain. Mungkin SAF telah memencet “panic button”, tetapi bukan “panic buying”.

    3. Jones is young & still learning
    Biarkan Jones terus bermain, namun tentu saja SAF harus segera menetapkan sebenarnya Jones harus bermain. Sebagai gelandang, bek sayap atau bek tengah…saya selalu berharap bahwa Jones akan menjadi gelandang yang hebat di masa mendatang, bukan menjadi bek.

    4. Dilema kiper belum selesai
    saya senang saat SAF dg terang2an menyatakan bahwa De Gea “diparkir” guna membayar kesalahannya saat match melawan Blackburn dan memberikan kesempatan pada Lindegaard yang selama ini seperti menjadi “anak tiri” kerana dibeli namun tidak untuk menjadi #1, harga murah dan dari liga antah berantah. Nyatanya Lindegaard punya kemampuan juga menjadi penantang De Gea, walau dia harus terpeleset sendiri akibat terlalu percaya diri akan rekor cleansheetnya. 2 pertandingan terakhir adalah bukti bahwa Lindegaard merasakan demam panggung yang amat sangat saat melakoni laga2 yg terbilang berat. Jika De Gea dibilang terlalu kurus, maka Lindegaard ini nampaknya terlalu banyak menaruh sabun di sarung tangannya.
    PR berat buat SAF dalam menentukan siapa penjaga gawang utama MUFC di sisa musim ini, saya yakin telinga Eric Steele akan sering memerah krn “hairdryer treatment” dari simbah kakung SAF.

    5. United really really need a leader.
    Jones sangat saya harapkan menjadi kapten dan pemimpin MUFC di masa mendatang, namun krn dia msh terlalu muda maka saya pikir ban kapten lebih baik diserahkan pada Rooney, mengingat kapten Vidic masih cedera. Luapan energi dan emosinya bisa membantu mengangkat tim saat sedang dalam tekanan, dan itu bukanlah apa yg bsa dikerjakan seorang Patrice Evra.

  6. Luky / @looqey says:

    Ya Man United perlu pemain sebagai sosok leader, Ferdinand dan Evra nampak tidak konsisten. Jika mengutip pernyataan SAF beberapa tahun lalu yaitu ia ingin kapten klub berasal dari pemain bertahan maka, selain Vidic tidak ada lagi figur yang dapat diandalkan. Mungkin SAF harus berani mengambil langkah yang baru dan menjadikan Wayne Rooney sebagai kapten. Rooney memang belum se-disiplin Vidic diluar lapangan, namun ia semakin matang dari 3-4 tahun lalu, dan pemain United lain sangat memandang Rooney sebagai pemimpin. masalah yang sama juga terjadi pada Roy keane pada musim 1997-1998, dimana ia terlalu emosi, namun kepercayaan dari AF (tahun 1997 belum dapat gelar “Sir”) membuatnya menjadi kapten terbaik United. Rooney hanya perlu kepercayaan lebih dari SAF, dan saya yakin ia tepat sebagai “leader”.

  7. binyo says:

    gw paling setuju sama point terakhir. itu yg sangat membedakan united sekarang dan united jaman 90an. sangat kangen masa2 dimana kapten marvel beraksi, or king eric or keano. mereka2 itu LEADER BANGET DAH! keberadaannya di lapangan amat sangat terasa

  8. Tre says:

    Like the blog

  9. Tina says:

    Nice to read your blog

  10. fendyaris34 says:

    5 poin di atas memang bener semua,tp pada intinya MU tahun ini sedang mengalami masa transisi..
    masa dimana para Manchunian harus sabar dan di uji kesetiannya untuk meraih kembali era jayanya,era di mana gary-phill neville,beckham,giggs dkk meraih treble winner :)
    maybe,2-3 tahun lagi 5 poin di atas jadi poin kunci untuk kesuksesan Manchester United.

Leave a Reply